Hi 2021! gitu aja menyambut 2021 karena tidak banyak berharap pada tahun yang banyak orang menduga 2021 hanya akan menjadi tahun yang sama dengan 2020 alias 2020v2. Meskipun begitu terima kasih 2020 tetap memberi banyak cerita dan pelajaran bahwa kita secara tidak langsung “dipaksa” untuk menjadi “individual” dan menjadi “tamak”.  weh bentar baru awal udah bahas yang berat-berat aja haha..

Tulisan ini buat pemanasan aja, wong ini aja bingung mau nulis apa. semoga bisa konsisten buat nulis lagi untuk ngisi kegabutan dan sambat pastinya. Berantakan yoben. Ya sesekali mungkin akan berbagi informasi atau tutorial yang ada faedahnya. Kembali ke topik 2020. Pandemi mengubah banyak hal eh atau semua hal ya?  kecuali korupsi yang masih tetap eksis, namanya juga manusia kalau ada kesempatan ya pasti ambil juga “dana umum” toh hidup ini juga monopoli kan? hanya berputar-putar disitu saja, sesekali dapat kesempatan dapat juga dana umum alias duit yang nga seberapa itu, lebih banyak bayarnya malah daripada dapat dananya. Hidup dijogja yang konon katanya apa-apa murah itu memang benar kok, benar-benar menyebalkan. Sialnya UMR jogja itu memaksa harus meningkatkan rasa bersyukur kita, seperti tahun 2020. Tahunnya bersyukur, bagi yang mau. Aku? Sambat teross lah. Hidup itu harus seimbangkan? lantas dari mana nilai sebuah rasa syukur jika tidak ada sambat yang mengimbanginya?

Sudahlah itu dulu aja. Tidak terasa sudah setengah jam nulis gini aja, Mari melanjutkan kehidupan. Salam:3